SPMI (SISTEM PENJAMIN MUTU INTERNAL) adalah program baru pemerintah untuk membiasakan dunia pendidikan dengan penerapan budaya mutu. Dalam hal ini maksudnya adalah sekolah sekolah baik swasta maupun negeri terbiasa menjaga mutu pendidikan di sekolah masing masing, tentu saja dengan bantuan sistem tersebut.
Mungkin terdengar seperti manajemen ISO, yap memang benar. SPMI adalah versi hemat dari penerapan manajemen ISO. Versi hemat karena jika seklah memutuskan untuk menerapkan manajemen ISO, memutuskan untuk "berjuang" memperoleh sertifikat ISO, Maka biaya yang harus disiapkan tidaklah sedikit. sekolah akan membutuhkan biaya awalan yang besar serta pengeluaran rutin tahunan yang tinggi (akan ada audit rutin tahunan dengan biaya sekitar 15 juta).
apa dampak SPMI?
Dampak paling utama adalah keteraturan administrasi, tertib administrasi. sekolah yang sudah menerapkan SPMI tidak perlu lagi pontang panting saat akan melaksanakan akreditasi. karena sudah dipersiapkan dan dibiasakan untuk tertib administrasi. semua dokumen sudah ada, sudah pada tempatnya. Tidak perlu lagi diadakan lembur 1 minggu full menjelang akreditasi. cukup lembur sehari buat menata ruang untuk menyambut asesor dan menata dokumen - dokumen yang sudah tersedia, dan tentu saja tidak perlu lagi ada fabrikasi dokumen,, hahaha
Dampak lain adalah budaya mutu. Logikanya, Jika sekolah tersebut sudah istiqomah melaksanakan SPMI dan ISO maka mutu dari sektor manajerial akan terjaga. terjaganya mutu dari sektor managerial akan berimbas terhadap terjaganya mutu standar lulusan, terjaganya kualitas guru dan tenaga kependidikan, dll. Tentu hal tersebut bertahap, tidak bisa langsung seperti layaknya membalik telapak tangan. Tapi terjaganya mutu managerial sekolah adalah langkah besar untuk meningkatkan mutu komponen - komponen yang lain.
Dalam penerapan SPMI, sekolah akan memiliki tim peningkatan mutu sekolah yang didalamnya semua guru dan tenaga kependidikan ikut berpartisipasi. tim terbagi menjadi 9. Ada tim inti SPMI, ada 8 tim sesuai 8 standar yang diterapkan dalam SPMI, dan ada juga tim evaluasi/auditor internal. Tim inti bertugas mengkoordinasikan seluruh tim. Tim evaluasi, seperti namanya, bertugas sebagai auditor internal, yang mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan SPMI.
Selain 10 tim tersebut, ada lagi yang namanya audit eksternal. biasanya, audit eksternal dilakukan oleh pengawas sekolah atau fasilitator daerah. Jadi ada audit internal, ada audit eksternal. Tujuannya tentu saja untuk check and balance. Agar pelaksanaan SPMI ini berimbang dan obyektif.
hasil akhir SPMI sebenarnya bisa kelihatan melalui Rapor PMP , namun banyak pihak yang dalam pelaksanaanya melaksanakan pengisian kuisioner PMP dengan sistem kejar tayang, asal ngisi, dll. Akibatnya rapor PMP yang keluar tidak mencerminkan realita yg ada disekolah.
PS: Dipostingan selanjutnya akan kami cantumkan file apa saja yang dibutuhkan dalam pengerjaan laporan SPMI
Mungkin terdengar seperti manajemen ISO, yap memang benar. SPMI adalah versi hemat dari penerapan manajemen ISO. Versi hemat karena jika seklah memutuskan untuk menerapkan manajemen ISO, memutuskan untuk "berjuang" memperoleh sertifikat ISO, Maka biaya yang harus disiapkan tidaklah sedikit. sekolah akan membutuhkan biaya awalan yang besar serta pengeluaran rutin tahunan yang tinggi (akan ada audit rutin tahunan dengan biaya sekitar 15 juta).
apa dampak SPMI?
Dampak paling utama adalah keteraturan administrasi, tertib administrasi. sekolah yang sudah menerapkan SPMI tidak perlu lagi pontang panting saat akan melaksanakan akreditasi. karena sudah dipersiapkan dan dibiasakan untuk tertib administrasi. semua dokumen sudah ada, sudah pada tempatnya. Tidak perlu lagi diadakan lembur 1 minggu full menjelang akreditasi. cukup lembur sehari buat menata ruang untuk menyambut asesor dan menata dokumen - dokumen yang sudah tersedia, dan tentu saja tidak perlu lagi ada fabrikasi dokumen,, hahaha
Dampak lain adalah budaya mutu. Logikanya, Jika sekolah tersebut sudah istiqomah melaksanakan SPMI dan ISO maka mutu dari sektor manajerial akan terjaga. terjaganya mutu dari sektor managerial akan berimbas terhadap terjaganya mutu standar lulusan, terjaganya kualitas guru dan tenaga kependidikan, dll. Tentu hal tersebut bertahap, tidak bisa langsung seperti layaknya membalik telapak tangan. Tapi terjaganya mutu managerial sekolah adalah langkah besar untuk meningkatkan mutu komponen - komponen yang lain.
Dalam penerapan SPMI, sekolah akan memiliki tim peningkatan mutu sekolah yang didalamnya semua guru dan tenaga kependidikan ikut berpartisipasi. tim terbagi menjadi 9. Ada tim inti SPMI, ada 8 tim sesuai 8 standar yang diterapkan dalam SPMI, dan ada juga tim evaluasi/auditor internal. Tim inti bertugas mengkoordinasikan seluruh tim. Tim evaluasi, seperti namanya, bertugas sebagai auditor internal, yang mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan SPMI.
Selain 10 tim tersebut, ada lagi yang namanya audit eksternal. biasanya, audit eksternal dilakukan oleh pengawas sekolah atau fasilitator daerah. Jadi ada audit internal, ada audit eksternal. Tujuannya tentu saja untuk check and balance. Agar pelaksanaan SPMI ini berimbang dan obyektif.
hasil akhir SPMI sebenarnya bisa kelihatan melalui Rapor PMP , namun banyak pihak yang dalam pelaksanaanya melaksanakan pengisian kuisioner PMP dengan sistem kejar tayang, asal ngisi, dll. Akibatnya rapor PMP yang keluar tidak mencerminkan realita yg ada disekolah.
PMP sendiri adalah singkatan dari Penjaminan Mutu Pendidikan berupa kuisioner yang wajib diisi oleh masing - masing sekolah yang dari hasil pengisiannya dimaksudkan untuk bisa memetakan mutu sekolah. Pemerintah akan mudah memilah mana sekolah yang termasuk dalam sekolah imbas (perlu di bina) sekolah model (membina sekolah imbas) dan sekolah rujukan (percontohan nasiional). Pemerintah akan mudah memetakan mutu sekolah - sekolah di tiap - tiap kawasan, treatment yang harus dilakukan, pengembangan pengembangan yang perlu dilaksanakan, dll.
Sekolah pun diuntungkan dengan PMP. sekolah jadi tahu apa kekurangan dan keunggulannya. sekolah jadi tahu apa yang harus dibenahi dan apa yang bisa ditonjolkan.
Tapi,,, ya balik lagi,,, sekolahnya mau atau tidak...
wkwkwk 😆
~ Ada kata MAU dalam kata MAmpU ~
PS: Dipostingan selanjutnya akan kami cantumkan file apa saja yang dibutuhkan dalam pengerjaan laporan SPMI

Comments
Post a Comment